I want to..

I want to be loved.
I want to be touched.
I want to share my laughs and my tears.
I want to be heard.
I want to stop feeling so miserable.
I want to stop pretending like i feel okay all the time.
I want to feel free to express everything that i feel.
I want to stop hurting and torturing myself.
I want to be healed.
I want to have my own little family so i can stop feeling lonely.
I want to be happy.
I want to be enough. For me, and for everyone that i loved.
I want to be like everyone else.
I want to stop regretting everything that happened.
I want to stop thinking.
I want to stop crying.
I want to stop having nightmares.
I want to wake up with a smile upon my face like i used to be.
I want to feel how it feels to be young and full of love again.
I want to feel safe. And to be safed by.
I want to be appreciated.
I want to be brave, to pick up the phone and reach out to you.
I want to stop feeling so scared that i will ruin everything all over again.
I want to feel whole again like when im with you.
I want to see your smile, and hear your giggles.
I want to have the power to travel in time to safe our relationship.
I want to stop feeling guilty for not fixing everything that once has been broken.
I want to hold your hands because its the only safest place that ever existed in my life.
I want to wake up with your good morning texts and your funny handwriting bcs it made me realized that a piece of paper can help me so much to go through every rough days.
I want to drive through the rush hour just to see you, and cook for you, and run my fingers through your hair, and watch random movies with you, and running around the field with you, and spending the night with you, and having silly convos with you, and yelling 'I love you' in our separate way to home.
I want to experience everything all over again.


But i dont want to live this long, or older than what i am now, for somehow i feel its no use going further without destination. What is life without you in my life? I want to be end, with no pain, no blood over my body, and i want it to be peaceful. Im tired. of this. fucking life.


If we were still together, today would be our 9th year anniversary..
And if you read this, please let me know..

Memoria

Dua ribu delapan ratus sembilan belas.
Dua ribu delapan ratus sembilan belas hari terlewat sudah dari kali pertama, dua menjadi satu.
Lalu menjadi dua kembali.
Ingatku beberapa tahun lalu, dengan sombongnya bertingkah seperti hanya aku di dunia yang memiliki perasaan dan bisa tersakiti. Dengan angkuhnya seseorang manusia sepertiku menyakiti hati. Dalam gelap, dalam sepi, dan banyak tanda tanya -- hati tersebut ditinggalkan begitu saja.

Dengan bodohnya, tanpa memikirkan seberapa banyak dan kuat hal yang sudah dibangun dua insan, aku melarikan diri.
Mengingkari janji-janji. Mengkhianati nurani.
Sulit sebenarnya untuk mengungkap rasa seperti ini.
Pun ribuan kali dicoba, ratusan drafts yang tak pernah dipublikasi, semua berujung pada kesimpulan -- bahwa tetap aku, insan bodoh yang jatuh pada lubangnya sendiri berkali-kali, berharap hati yang dulu akan datang menyelamati. Walau aku tahu, tidak akan mungkin lagi.

Tapi satu hal yang aku tahu, menyesali sesuatu tak akan membawaku kemana-mana.
Tapi pikiran itu terlalu sulit untuk dihindari.
Jadi, kalaupun kamu pernah cari aku, perlu kamu tau bahwa aku hanya tetap disini kembali memutar semua memori yang dulu pernah membuatku merasa benar-benar hidup.
Mereka bilang, waktu dan pengalaman akan mengubah seseorang, begitu juga dengan perasaan.
Tapi apa yang aku rasa, tidak pernah hilang (bahkan mungkin tidak berkurang).
Hanya penyesalan yang terus bertambah setiap hari.
Menangis meratapi disela-sela kesibukan hari,
Mengapa tak pernah ada orang yang bisa mengerti aku seperti dulu kamu mengerti aku?
Mengapa aku tak pernah bisa membangun kembali sesuatu sekuat dan seindah seperti dulu aku pernah buat bersama kamu?
Mengapa penyesalan harus selalu di akhir?
Mengapa sulit untukku memulai kembali?
Apa yang kamu pikirkan ? Aku ingin tahu.
Sila benci aku sebanyak yang kamu mau, asal jangan usir aku.
Cukup beritahu aku, bahwa tidak akan lagi kamu menyisikan ruang di hidupmu untukku,
biar aku mundur sendiri,
biar aku sadar diri.

Tolong jawab aku, aku ingin tahu.
Jangan jawab aku, aku tidak siap dengan jawabanmu.





from the heartbreaker to the heartbroken

There are a lot of shitty things this world has to offer, but the worst two ones?
One’s being the heartbreaker and one’s being the heartbroken.

And i know it hurts on your end. i saw it in your eyes. i saw it when you cry, when you woke up at night and texted me you scream my name in the darkness, when you whispered to your friends about all of the things i couldnt change, but i wish you could see how this is tearing me to shreds too.
How i stayed up wondering why i’ll never be good enough for the only person who made me feel something. why i messed up too badly for this to ever work again.
And i want you to know that, this side hurts too, i promise.
Because you’ll love again. i have no doubt about that. you will love again and it will be more beautiful than anything you’ve ever experienced, because one day you will find someone with the capability to love you back. and they will be lucky. they will be so goddamn lucky because when you love, you love hard, and you will love them. you will love them so much, you won’t be able to breathe, but they will finally resuscitate you when you are feeling these things instead of plunging you under water, and it will be so beautiful and so worth this heartbreak, my heart won’t be able to take it.
Because i’ll never be able to love like you do. because someday you’ll completely move on and i’ll always have to live with this.
And if it makes you less sad, i’ll say im sorry, because i am.
But the saddest thing about this is that you’ll be okay in the end.
And i know, i will not.

A Letter To Your Mother

Aku tak akan berkata banyak,
Mungkin terlalu lancang bagiku
Namun
Pertama izinkan aku terlebih dahulu mengucap banyak terima kasih kepadamu atas kesudian'mu mengizinkanku mengenal putramu
Sosok yang dari tutur katanya kupercaya telah kau didik dengan baik dan kau besarkan dengan penuh kasih sayang
Sosok yang dengan sabarnya kau perhatikan hal sekecil apapun dari dirinya
Sosok yang dahulu kau amati caranya bernafas saat tidur karena kau takut ia akan lupa bagaimana cara bernafas, atau saat ia memulai langkah-langkah kecil pertamanya dengan kata-kata'nya yang terbata-bata yang masih kau ingat sampai sekarang
Sosok yang aku akan selalu berterima kasih padamu karena menghadirkan'nya ke dunia ini

Aku, mungkin
Tidak bisa menjanjikanmu banyak hal yang kau harap aku bisa penuhi
Tapi aku berani bersumpah, demi hidupku di dunia, bahwa tak ada satu orang pun yang dapat menggantikan tempatnya,
Tak ada seorang pun yang dapat menyaingi rasa sayangku terhadapnya kecuali dirimu sendiri

Dan pada suatu kesempatan nanti
Izinkan aku meletakkan kedua tangan dan kepalaku di pangkuanmu, meminta restumu, menerima amanahmu, dan berjanji bahwa
Aku akan selalu menjaga dan merawat putramu,
Selembut mungkin, sedetail mungkin, sama seperti yang selalu kau lakukan
Atau mungkin lebih

Aku berjanji akan memperhatikan dirinya dari setiap kedipan matanya, debu dibajunya, ataupun noda di sepatunya
Aku berjanji akan menurutinya sepatuh mungkin aku bisa, dan selalu memantaskan diriku untuk menjadi pendamping hidupnya, menjadikan'nya lelakiku yang akan selalu aku cium tangan'nya selesai sholatku, menjadikan'nya pemimpinku yang akan selalu kuberikan amanahku padanya

Dan pada akhirnya,
Izinkan aku mencium punggung tanganmu yang telah merawat putramu hingga sekarang menjadi sosok dengan akhlak yang indah
Dan izinkanlah kutitipkan nadiku berdetak disalah satu bilik dari empat bilik jantung putramu dan menjadi satu-satunya wanita yang akan memberikanmu seorang anak yang aliran darahnya mengalir darah putramu
Izinkanlah aku membahagiakan'nya tanpa merebutnya darimu dengan menghalalkanku dengan putramu nanti'nya

Karena aku mencintai putramu,
Dan aku tau aku akan selalu siap
Hanya bila kau memberikanku restumu
Dan mencintaimu layaknya ibu kandungku



Yang akan selalu menunggu restumu
-f

Aku Takut

Aku takut, jika malam dan siang tiba-tiba menjadi sementara
Aku 'kan menjadi tak punya cukup banyak waktu
Menggantung di waktu, memperlambatnya
Agar 'ku punya cukup waktu untuk menghafal lekuk wajahmu

Aku takut, jika jemari-jemariku menjadi lemah
Tak kuat mengepal seperti dulu
Perlahan melepas satu persatu hingga aku tak cukup kuat untuk membuatmu bertahan

Aku takut, dengan jiwamu yang selalu kupegangi erat
Melepas terbang dan menghilang jauh dari jarak yang bisa kujangkau
Membuatku sekarat dalam kematian
Membuatku hilang kekuatan yang selama ini
Kugunakan untuk bertahan

Aku takut dunia akan lupa kalau kita selalu ada
Membuat kita menghapus diri kita sendiri
Dan perlahan hilang dari bentuk tidak nyata

Aku takut akan hal-hal yang bisa membuat kita
Menjadi jutaan kilometer jauhnya untuk saling menyentuh
Dan menjadi mudah untuk saling melepas dan melupakan
Menjadi tabu akan satu sama lain

Namun ketahuilah bahwa aku
Tak akan pernah takut 'tuk menemui kematian
Bila saaat itu tiba
Kamu tetap disini
Di sisiku


Aku Yang Akan Selalu Takut Kehilanganmu,
Fafa

beginning

Awalnnya aku tidak tahu apa yang aku lakukan disini, sampai akhirnya nama dan sosokmu melewati kepalaku yang kosong ini dan entah kenapa terlalu betah untuk beranjak pergi.
Aku tahu aku menulis tentang kamu; indah yang mungkin Tuhan pun susah menjelaskan'nya, yang penyair selihai apapun tak bisa membuat metafora'nya..

22:24, Sep 1 - Mr. Karani: Fafaaa
23:02, Sep 1 - Fafucks: Hvffft
23:06, Sep 1 - Mr. Karani: Haaai
23:07, Sep 1 - Mr. Karani: Maaf ya td abis reebot hehe
23:07, Sep 1 - Fafucks: Okayokay!

yaa mungkin ini dimana semua berawal, dimana perasaan yang aku tanam bibitnya sejak 2 tahun sebelum hari itu mulai tumbuh semakin besar setiap harinya sampai hari ini.
aku ingat jelas bagaimana aku sulit tidur lebih parah dari biasanya karena khawatir menunggu pagi datang agar bisa menikmati senyummu dari bangku kita yang berjarak beberapa meter.
aku ingat jelas betapa aku bersumpah bisa ratusan jam menengok kearah bangkumu agar bisa melihatmu tersenyum dari balik kaca matamu.
aku ingat jelas betapa aku terpaku melihatmu berjalan diantara koridor saat pulang sekolah dan menahan diriku sendiri untuk tidak langsung menghampirimu dan mengenggam tanganmu untuk menyeretmu pulang ke rumahku.
aku ingat jelas betapa semangatnya aku bangun terlalu dini menyiapkan masakkan untuk makan siangmu disaat hari-hari indah kita dimulai..
dan aku ingat jelas betapa mataku nanar, menangis bahagia akan anugerah yang bisa aku dapat persis seperti tangis bahagiaku saat ini.

satu-satunya alasan aku percaya bahwa Tuhan benar-benar adil adalah saat Dia benar-benar membuktikannya padaku dengan mengirimmu ke duniaku yang sebelumnya kelam dan hanya abu-abu yang kupunya,
Tuhan mengerti berapa lama aku menantikan sosok sepertimu, berapa banyak airmata dan sujud yang aku lakukan agar kamu datang. Tuhan mendengarnya. entah berapa hari Tuhan menciptakanmu, namun kehadiranmu benar aku puja keberadaanya, dan dalam setiap nafasku aku bersumpah akan terus berterima kasih pada Tuhan atas kamu. anugerah-Nya yang terindah yang tak akan pernah aku sesali kehadirannya.

aku mungkin akan tetap menjadi seorang manusia yang tak pernah menghargai hidup, bila kamu tak pernah datang.
entah hal apa yang tepat untuk bisa mendeskripsikan semua tentang kamu, dari hangat senyum kecilmu, dari seberapa lembut kamu berbicara, ataupun langkahmu--yang emas sekalipun mau menjadi pijakannya.
dan aku tak pernah sebahagia ini memiliki seseorang dalam hidupku, seseorang yang dengannya aku akan berbagi suka dan duka, seseorang yang denganya membuat aku candu hanya dengan nafas dan detak jantungnya.
seseorang yang sepeerti heroin favoritku, yang tanpanya aku tak sanggup beranjak dari kasurku dan menghadapi hidup.

terima kasih banyak, matahariku..
kamu menyapu semua awan gelap yang membuat hidupku kelabu..

terima kasih banyak, udaraku..
kamu membuatku bernafas dan kuat untuk menghadapi sakit terbesarpun..

terima kasih, sayangku..
untuk terus menjadi manusia yang akan tetap kusebut namanya sampai aku menutup mata menghadap Tuhan..

terima kasih anugerah terindahku..
buah hatiku akan bangga nantinya untuk menjadi anak dari sosok yang benar luar biasa..

selamanya akan aku jaga perasaan indah ini, selamanya akan aku jaga hubungan yang indah ini, selamanya akan aku rangkul kamu, dalam keadaan apapun..
tetap, dan selalu jadi milikku..


i love you so much, forever, and always....


- calon ibu dari Jiyad-jiyad kecil.