Awalnnya aku tidak tahu apa yang aku lakukan disini, sampai akhirnya nama dan sosokmu melewati kepalaku yang kosong ini dan entah kenapa terlalu betah untuk beranjak pergi.
Aku tahu aku menulis tentang kamu; indah yang mungkin Tuhan pun susah menjelaskan'nya, yang penyair selihai apapun tak bisa membuat metafora'nya..
22:24, Sep 1 - Mr. Karani: Fafaaa
23:02, Sep 1 - Fafucks: Hvffft
23:06, Sep 1 - Mr. Karani: Haaai
23:07, Sep 1 - Mr. Karani: Maaf ya td abis reebot hehe
23:07, Sep 1 - Fafucks: Okayokay!
yaa mungkin ini dimana semua berawal, dimana perasaan yang aku tanam bibitnya sejak 2 tahun sebelum hari itu mulai tumbuh semakin besar setiap harinya sampai hari ini.
aku ingat jelas bagaimana aku sulit tidur lebih parah dari biasanya karena khawatir menunggu pagi datang agar bisa menikmati senyummu dari bangku kita yang berjarak beberapa meter.
aku ingat jelas betapa aku bersumpah bisa ratusan jam menengok kearah bangkumu agar bisa melihatmu tersenyum dari balik kaca matamu.
aku ingat jelas betapa aku terpaku melihatmu berjalan diantara koridor saat pulang sekolah dan menahan diriku sendiri untuk tidak langsung menghampirimu dan mengenggam tanganmu untuk menyeretmu pulang ke rumahku.
aku ingat jelas betapa semangatnya aku bangun terlalu dini menyiapkan masakkan untuk makan siangmu disaat hari-hari indah kita dimulai..
dan aku ingat jelas betapa mataku nanar, menangis bahagia akan anugerah yang bisa aku dapat persis seperti tangis bahagiaku saat ini.
satu-satunya alasan aku percaya bahwa Tuhan benar-benar adil adalah saat Dia benar-benar membuktikannya padaku dengan mengirimmu ke duniaku yang sebelumnya kelam dan hanya abu-abu yang kupunya,
Tuhan mengerti berapa lama aku menantikan sosok sepertimu, berapa banyak airmata dan sujud yang aku lakukan agar kamu datang. Tuhan mendengarnya. entah berapa hari Tuhan menciptakanmu, namun kehadiranmu benar aku puja keberadaanya, dan dalam setiap nafasku aku bersumpah akan terus berterima kasih pada Tuhan atas kamu. anugerah-Nya yang terindah yang tak akan pernah aku sesali kehadirannya.
aku mungkin akan tetap menjadi seorang manusia yang tak pernah menghargai hidup, bila kamu tak pernah datang.
entah hal apa yang tepat untuk bisa mendeskripsikan semua tentang kamu, dari hangat senyum kecilmu, dari seberapa lembut kamu berbicara, ataupun langkahmu--yang emas sekalipun mau menjadi pijakannya.
dan aku tak pernah sebahagia ini memiliki seseorang dalam hidupku, seseorang yang dengannya aku akan berbagi suka dan duka, seseorang yang denganya membuat aku candu hanya dengan nafas dan detak jantungnya.
seseorang yang sepeerti heroin favoritku, yang tanpanya aku tak sanggup beranjak dari kasurku dan menghadapi hidup.
terima kasih banyak, matahariku..
kamu menyapu semua awan gelap yang membuat hidupku kelabu..
terima kasih banyak, udaraku..
kamu membuatku bernafas dan kuat untuk menghadapi sakit terbesarpun..
terima kasih, sayangku..
untuk terus menjadi manusia yang akan tetap kusebut namanya sampai aku menutup mata menghadap Tuhan..
terima kasih anugerah terindahku..
buah hatiku akan bangga nantinya untuk menjadi anak dari sosok yang benar luar biasa..
selamanya akan aku jaga perasaan indah ini, selamanya akan aku jaga hubungan yang indah ini, selamanya akan aku rangkul kamu, dalam keadaan apapun..
tetap, dan selalu jadi milikku..
i love you so much, forever, and always....
- calon ibu dari Jiyad-jiyad kecil.